Berita

7 Kasus Kebocoran Data yang Berlaku Sepanjang 2020

KOMPAS. com –  Sepanjang tarikh 2020, muncul rentetan kasus kebocoran data baik yang dialami pemerintah maupun perusahaan swasta seperti maklumat e-commerce.

Urusan kebocoran data ini terjadi mulai bulan Mei hingga November 2020. Dalam kasus kebocoran tersebut, peretas mencuri data pengguna lalu menjualnya ke forum gelap.

Adapun data yang tersebar di antaranya seperti nama akun, alamat e-mail, tanggal lahir, nomor telepon, serta beberapa data pribadi lainnya yang tersimpan dalam sebuah file (dump) database.

Selengkapnya, berikut ini rangkuman kasus kebocoran data dengan terjadi di Indonesia sepanjang tarikh 2020.

1. Tokopedia

Pada pangkal Mei 2020, sebanyak 91 juta data pengguna dan lebih daripada tujuh juta data merchant Tokopeda dikabarkan dijual di situs gelap (dark web).

Urusan kebocoran data pengguna Tokopedia ini mulanya diungkap oleh akun Twitter @underthebreach, yang kerap membagikan rumor soal peretasan.

Petunjuk pengguna Tokopedia yang dijual mencakup gender, lokasi, username, nama penuh pengguna, alamat e-mail, nomor ponsel, dan password. Data tersebut kabarnya sudah dikumpulkan peretas sejak Maret 2020.

Kendati membenarkan adanya upaya pencurian, Tokopedia meminta bahwa informasi milik pengguna pasti aman dan terlindungi.

VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak mengatakan bahwa password milik pemakai telah terlindungi dan dienkripsi.

Tokopedia juga menerapkan pola kode OTP (one-time password) yang hanya bisa diakses secara real time oleh pemilik akun.

Baca juga: Apa Itu Raidforums, Situs yang Mengungkap Kebocoran Data Pengguna Tokopedia?

2. Bhinneka. com

Sekelompok peretas dengan tanda ShinyHunters mengklaim telah menjual satu, 2 juta data pelanggan Bhinneka. com.

ShinyHunters kabarnya menjual 1, 2 juta pengguna Bhinneka. com tersebut dengan banderol 1. 200 dollar AS atau sekitar Rp 17, 8 juta pada Mei 2020 lalu.

3. Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2014