Berita

Jejeran Media Sosial dan Layanan Online yang Memblokir Donald Trump

KOMPAS. com – Donald Trump masih menjelma Presiden Amerika Serikat hingga 20 Januari mendatang. Namun, dalam hari-hari terakhirnya sebagai pemimpin negara adidaya tersebut,   Trump justru dibuat tak berdaya di media sosial.

Sejak kegaduhan di gedung parlemen AS Capitol, Washington DC, 6 Januari 2021 lalu, beberapa media sosial menetapkan akun Trump karena ada konten unggahannya dinilai berpotensi memantik kekerasan, dan karena itu melanggar ketentuan.

Langkah awal dimulai oleh Twitter yang mengunci akun Trump selaman 12 jam setelah meminta Trump menghapus tiga twit yang dinilai menghasut kerusuhan dalam Capitol. Facebook menyusul menangguhkan akun Trump di jejaringnya, berikut Instagram, selama 24 jam.  

Baca selalu: Ini Isi Twit Trump Setelah Akun Twitter-nya Dimatikan 12 Tanda

Trump sempat mengunggah twit lewat akun resmi Presiden AS, @POTUS. Kicauan tersebut berisi ungkapan kekecewaan setelah akun pribadinya diblokir oleh Twitter secara permanen.

“Kami telah bernegosiasi dengan beberapa situs dan akan menyampaikan pengumuman penting segera, sementara ana juga menyiapkan platform sendiri dalam masa depan, ” ujar Trump dalam twit yang tak berapa lama juga lenyap di Twitter.

Diblokir permanen

Facebook dan Twitter kini telah mengangguhkan akun Donald Trump secara permanen. Tak berselang periode, beberapa media sosial dan servis lain juga melakukan langkah yang serupa

Reddit, Twitch, Shopify, dan Google, YouTube, Snapchat, TikTok, Apple, Discord, Pinterest, Amazon Web Service, hingga Stripe adalah leretan media sosial dan layanan yang memblokir akun Trump dan apapun yang berafiliasi dengannya.

Forum online Reddit memblokir perserikatan sub-reddit “r/DonaldTrump” yang digunakan sebagai forum kampanye pendukung Trump.

Baca juga: Twitter Tutup Permanen Akun Donald Trump

Kemudian platfrom streaming Twitch juga memblokir kanal Trump dan mengatakan kalau langkah itu diperlukan untuk menyembunyikan komunitas dan mencegah platform digunakan untuk mendukung kekerasan.