Berita

Mengenal Telegram, Aplikasi Chat yang Dilirik sebagai Pengganti WhatsApp

KOMPAS. com – Awal tahun ini, sejumlah pengguna WhatsApp berbondong-bondong berpindah ke Telegram. Hal itu dibuktikan oleh firma riset Sensor Tower yang menganalisis jumlah unduhan ke-2 platform tersebut.

Patuh Sensor Tower, dalam dua keadaan pada akhir pekan lalu, Telegram diunduh oleh lebih dari dua, 2 juta pengguna di platform Android (Play Store) dan iOS (App Store).

Tatkala jumlah unduhan WhatsApp mengalami kemerosotan signifikan, yakni sebesar 11 persen dalam tujuh hari pertama tahun 2021, dibanding periode sebelumnya.

Firma riset aplikasi App Annie juga melaporkan penurunan pengguna WhatsApp. Peringkat WhatsApp di jadwal aplikasi terpopuler, baik di Android dan iOS, tercatat menurun.

Banyaknya pengguna yang beralih dari WhatsApp ke Telegram ini menyusul digulirkannya kebijakan privasi dan persyaratan servis baru oleh WhatsApp. Para pemakai WhatsApp mendapatkan notifikasi pembaruan kebijakan tersebut sejak Kamis (7/1/2021).

Baca juga: Membandingkan Fitur dan Keamanan WhatsApp, Telegram, dan Signal

Dalam notifikasi itu, WhatsApp mengirimkan tiga pembaruan penting, termasuk pemberitahuan terkait penerusan beberapa informasi penggun WhatsApp kepada Facebook, selaku kongsi induk WhatsApp.

Kecendekiaan baru ini mendapatkan beragam respons, termasuk adanya penolakan dari sebanyak pihak yang peduli terkait pengambilan dan pengelolaan data pribadinya sebab WhatsApp.

Pihak-pihak itu kemudian memilih untuk hengkang dari WhatsApp dan beralih ke praktik perpesanan lain, salah satunya Telegram.

Berikut KompasTekno rangkum hal-hal penting yang harus diketahui pemakai terkait aplikasi yang tengah terbang daun ini.  

CEO Telegram Pavel Durov bertemu Menkominfo Rudiantara, Selasa (1/8/2017) siang @rudiantara_id CEO Telegram Pavel Durov bertemu Menkominfo Rudiantara, Selasa (1/8/2017) siang

Sosok di balik Telegram

Telegram adalah aplikasi perpesanan instan yang dibuat oleh kakak-beradik Nikolai dan Pavel Durov.

Keduanya mempunyai tanggung jawab yang berbeda kala mengelola Telegram.

Pavel bertanggung jawab pada ideologi Telegram berikut dengan kelangsungan operasional Telegram. Pavel diketahui menggelontorkan uang pribadinya sendiri untuk menjalankan Telegram.

Sedangkan saudaranya, Nikolai bertanggung jawab dari segi teknologinya. Untuk membangun Telegram, Nikolai mengembangkan protokol data khusus yang unik, terkuak, aman, dan dioptimalkan untuk berlaku dengan banyak pusat data.

Saat ini, pengembang Telegram bermarkas di Dubai, Uni Emirat Arab. Aplikasi ini pertama kali diluncurkan untuk iOS pada 14 Agustus 2013. Baru dua bulan setelahnya, versi pertama Telegram untuk Android diluncurkan, tepatnya pada 20 Oktober 2013.

Baca juga: Telegram yang Saat ini Idola Sempat Diblokir Indonesia, Pendirinya Pun Pernah Sambangi Jakarta

Fitur-fitur yang tersedia di Telegram